Monday, April 13, 2015

Gontor Memberi Kunci



Bagian 9: Gontor Memberi Kunci
Tiga bulan berlalu telah Umam jalani di Pondok Pesantren Gontor. Selama itu juga Umam terus belajar dan selalu memahami apa saja yang terdapat di Gontor. Baik dalam oraganisasi, kegiatan ekstriarikuler dan pengurusan yang lainnya. Satu demi satu dia pelajari dan dia pahami dari segala pendidikan dan pengajaran di Gontor yang begitu luas nan dalam. Hingga pada suatu hari, dia pun berniat untuk memulai bertanya dan belajar dari semua organisasi yang ada di Gontor.
Menjadi pemimpin yang amanah, bertanggung jawab dan taat terhadap agama.
Umam mulai berusaha mengatur waktu dengan sebaik mungkin agar bisa digunakan waktunya untuk berkunjung kepada kakak-kakak pengurus dan guru-guru yang ada di Gontor. Awalnya, dia bersilaturrahim ke kantor bagian keamanan pusat sesudah shalat ashar berjama’ah. Ketika itu Umam melihat ada salah satu pengurus yang sedang duduk di luar kantornya. Beliau sedang mengontrol keadaan santri, dan ternyata beliau adalah ketua pengurus organisasi Pondok Pesantren Modern (OPPM) pusat yang ada di Gontor.
OPPM mempunyai cabang bagian yang lumayan banyak, di antaranya adalah Bagian Keamanan, Bagian Pengajaran, Bagian Bahasa, Bagian Koperasi Pelajar, Bagian Bersih Lingkungan, Bagian Olah Raga, Bagian Dapur, dan lain-lain. Umam bertanya kepada beliau (ketua pengurus organisasi) tentang pelajaran apa saja yang telah beliau peroleh, dan beliau alami semenjak beliau menjadi ketua pengurus organisasi.
“Assalamu’alaikum al-akh,” sapa Umam menghampiri pengurus tersebut,
“Wa’alaikumusssalam ya akhi Rijalul Umam.” Jawabnya sambil melihat ke papan nama yang dipakai Umam.
“Boleh saya bertanya sesuatu al akh?” Tanya Umam kepada kakak pengurus.
“Ya, silahkan! Umam mau bertanya apa?”
“Pelajaran apa saja yang kakak dapat semenjak awal jadi santri sampai sekarang?” Tanya Umam.
“Begini ya Umam, sebenarnya banyak sekali pendidikan dan pengajaran yang kita dapat sebagai santri di Gontor. Dari anggota saja kita sudah belajar hidup bermasyarakat dengan orang yang belum kita kenal, taat kepada pengurus, taat kepada pemimpin kita, dan taat terhadap semua peraturan yang ada di Gontor. Selanjutnya dari kelas lima sampai kelas enam kita dididik lagi untuk menjadi pengurus, baik itu pengurus rayon sampai pengurus organisasi pusat. Di sana kita akan belajar tentang bagaimana mengurus dan membimbing anggota dengan baik dan benar, taat terhadap agama yang pastinya akan dicontoh oleh anggota, berbicara dengan tegas di depan ratusan bahkan ribuan santri, memarahi mereka ketika melakukan kesalahan, walaupun itu teman satu angkatan kita sendiri. Karena santri Gontor dididik untuk siap jadi pemimpin dan siap untuk dipimpin. Bagi yang tidak siap tersingkirlah dia. Allah ta’ala juga berfirman dalam Surat al-‘Ashr ayat 3 yang artinya: ‘Dan saling menasehatilah kalian dalam kebenaran’. Dengan pendidikan yang demikian rupa, kita pasti bisa menjadi Bupati atau Wali Kota atau Gubernur bahkan menjadi presiden pun kita bisa. Karena sudah sejak dini kita diajarkan bagaimana memegang amanat dengan baik dan benar.” Jelas kakak pengurus.
“Terima kasih kak sudah menjawab dan menjelaskan pertanyaan saya dengan panjang lebar. Insya Allah saya akan berusaha untuk menjadi orang yang amanah. Saya merasa semangat saya dalam belajar di Gontor bertambah. Btw, saya sangat puas atas jawaban kakak. Hehe… Saya mau pamit dulu kak! Siap-siap untuk pergi ke masjid.” Ucap Umam.
“Owh iya silahkan, terima kasih juga telah menyimak penjelasan saya dengan baik. Jangan sampai terlambat yaa! Nanti saya yang jaga di depan masjid.” Jawab pengurus.
Sebaik-baiknya teman, dialah yang menunjukkan kepada kebaikan.
 

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog saya,silahkan tinggal komentar