Bagian 9: Gontor Memberi Kunci
Tiga bulan berlalu telah Umam jalani
di Pondok Pesantren Gontor. Selama itu juga Umam terus belajar dan selalu memahami
apa saja yang terdapat di Gontor. Baik dalam oraganisasi, kegiatan ekstriarikuler
dan pengurusan yang lainnya. Satu demi satu dia pelajari dan dia pahami dari
segala pendidikan dan pengajaran di Gontor yang begitu luas nan dalam. Hingga
pada suatu hari, dia pun berniat untuk memulai bertanya dan belajar dari semua
organisasi yang ada di Gontor.
Menjadi pemimpin yang amanah,
bertanggung jawab dan taat terhadap agama.
Umam mulai berusaha mengatur waktu
dengan sebaik mungkin agar bisa digunakan waktunya untuk berkunjung kepada
kakak-kakak pengurus dan guru-guru yang ada di Gontor. Awalnya, dia
bersilaturrahim ke kantor bagian keamanan pusat sesudah shalat ashar berjama’ah.
Ketika itu Umam melihat ada salah satu pengurus yang sedang duduk di luar
kantornya. Beliau sedang mengontrol keadaan santri, dan ternyata beliau adalah
ketua pengurus organisasi Pondok Pesantren Modern (OPPM) pusat yang ada di
Gontor.
OPPM mempunyai cabang bagian yang
lumayan banyak, di antaranya adalah Bagian Keamanan, Bagian Pengajaran, Bagian
Bahasa, Bagian Koperasi Pelajar, Bagian Bersih Lingkungan, Bagian Olah Raga,
Bagian Dapur, dan lain-lain. Umam bertanya kepada beliau (ketua pengurus
organisasi) tentang pelajaran apa saja yang telah beliau peroleh, dan beliau
alami semenjak beliau menjadi ketua pengurus organisasi.
“Assalamu’alaikum al-akh,” sapa Umam
menghampiri pengurus tersebut,
“Wa’alaikumusssalam ya akhi Rijalul Umam.”
Jawabnya sambil melihat ke papan nama yang dipakai Umam.
“Boleh saya bertanya sesuatu al akh?”
Tanya Umam kepada kakak pengurus.
“Ya, silahkan! Umam mau bertanya apa?”
“Pelajaran apa saja yang kakak dapat
semenjak awal jadi santri sampai sekarang?” Tanya Umam.
“Begini ya Umam, sebenarnya banyak
sekali pendidikan dan pengajaran yang kita dapat sebagai santri di Gontor. Dari
anggota saja kita sudah belajar hidup bermasyarakat dengan orang yang belum
kita kenal, taat kepada pengurus, taat kepada pemimpin kita, dan taat terhadap
semua peraturan yang ada di Gontor. Selanjutnya dari kelas lima sampai kelas
enam kita dididik lagi untuk menjadi pengurus, baik itu pengurus rayon sampai
pengurus organisasi pusat. Di sana kita akan belajar tentang bagaimana mengurus
dan membimbing anggota dengan baik dan benar, taat terhadap agama yang pastinya
akan dicontoh oleh anggota, berbicara dengan tegas di depan ratusan bahkan ribuan
santri, memarahi mereka ketika melakukan kesalahan, walaupun itu teman satu
angkatan kita sendiri. Karena santri Gontor dididik untuk siap jadi pemimpin
dan siap untuk dipimpin. Bagi yang tidak siap tersingkirlah dia. Allah ta’ala
juga berfirman dalam Surat al-‘Ashr ayat 3 yang artinya: ‘Dan saling
menasehatilah kalian dalam kebenaran’. Dengan pendidikan yang demikian rupa,
kita pasti bisa menjadi Bupati atau Wali Kota atau Gubernur bahkan menjadi
presiden pun kita bisa. Karena sudah sejak dini kita diajarkan bagaimana
memegang amanat dengan baik dan benar.” Jelas kakak pengurus.
“Terima kasih kak sudah menjawab dan
menjelaskan pertanyaan saya dengan panjang lebar. Insya Allah saya akan
berusaha untuk menjadi orang yang amanah. Saya merasa semangat saya dalam belajar
di Gontor bertambah. Btw, saya sangat puas atas jawaban kakak. Hehe… Saya mau
pamit dulu kak! Siap-siap untuk pergi ke masjid.” Ucap Umam.
“Owh iya silahkan, terima kasih juga
telah menyimak penjelasan saya dengan baik. Jangan sampai terlambat yaa! Nanti
saya yang jaga di depan masjid.” Jawab pengurus.
|
Sebaik-baiknya teman, dialah yang menunjukkan kepada kebaikan.
|
No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah membaca blog saya,silahkan tinggal komentar